Batman Begins - Help Select

Rabu, 15 Februari 2017


4 Tips Latihan Pemanasan Vokal Yang Mudah Dilakukan Bagi Pemula

DieMustVoice.blogspot.com - Bagi kamu yang baru saja ingin belajar vokal, sebaiknya ketahui terlebih dahulu beberapa tips latihan pemanasan vokal yang biasa dilakukan sebelum mulai menyanyi. Pemanasan atau biasa disebut dengan warming up dalam hal bernyanyi memiliki fungsi yang sama halnya ketika kita ingin melakukan olahraga. Agar pita suara tidak kaget serta beberapa organ yang berperan saat bernyanyi seperti mulut, tenggorokan, lidah, dll menjadi lebih luwes maka diperlukan latihan ringan terlebih dahulu. Berikut ini ada beberapa cara dan tips pemanasan yang bisa kamu lakukan dengan mudah, mulai dari yang sederhana terlebih dahulu lalu tingkatkan pemanasan sesuai kebutuhan.
Hamming
Untuk melakukan hamming, tutup mulut rapat dan lakukan dengungan sambil mengeluarkan bunyi nada mulai dari yang paling rendah, lalu naikkan menjadi setengah nada hingga mencapai nada yang tinggi yang bisa dicapai. Lakukan sekurang-kurangnya perulangan 2x. Saat melakukan pemanasan hamming, jangan memaksakan untuk mencapai nada tinggi yang tidak mampu dicapai atau membuat kamu tidak nyaman, cukup keluarkan dengungan nada yang bisa dicapai saja. Hal ini akan membantu tenggorokan dan rongga hidung lebih terbuka sehingga ketika bernyanyi organ sekitar tenggorokan menjadi lebih siap.
Melafalkan Huruf Vokal
Setelah hamming, tips latihan pemanasan vokal selanjutnya adalah dengan membuka mulut dan mengucapkan huruf-huruf vokal seperti a, i, u, e, o. Bisa dengan tanpa atau diiringi alat musik seperti piano. Lakukan sembari menggunakan nada agar bibir, rongga, mulut dan rahang menjadi lebih luwes dan terbuka. Pemanasan atau vokalisi ini tergolong cukup mudah dilakukan meski kamu baru pemula, serta tidak memerlukan waktu lama, cukup lakukan beberapa menit saja sebagai pemanasan awal.
Jika sudah terbiasa maka lakukan peningkatan tangga nada dari rendah hingga sedang sampai yang paling tinggi. Dapat dilakukan dengan solmisasi atau solfegio dan latihan ini baik dilakukan secara rutin.
Latihan Pernafasan
Bagi seorang penyanyi, menyanyi bukan hanya sekedar mengeluarkan suara tetapi bagaimana cara mengatur nafas yang baik sehingga suara yang dihasilkan terdengar lebih merdu dan stabil. Oleh karena itu, latihan pernafasan adalah bagian dari tips latihan pemanasan vokal yang tidak boleh dilewatkan. Ada beberapa teknik pernafasan yang bisa dilakukan, namun salah satu teknik pernafasan yang baik dalam olah vokal adalah teknik pernafasan perut. Nah… untuk melakukan teknik ini ikuti langkah berikut:
-          Bedakan terlebih dahulu antara pernafasan perut dengan pernafasan dada, cara mengetahuinya cukup mudah. Jika saat bernafas, perut terasa lebih kembung maka itu berarti kamu melakukan pernafasan perut.
-          Tarik nafas sedalam-dalamnya dan tahan hingga 10 detik, biarkan perut mengembung
-          Selama 10 detik menahan nafas pada perut, perut akan terasa lebih keras
-          Setelah 10 detik, keluarkan nafas secara perlahan lewat mulut hingga hitungan 10 detik agar nafas yang dikeluarkan dapat hemat cukup buka mulut sedikit saja
-          Lakukan cara ini berulang dengan menambahkan durasi waktu misalnya ditambah per 5 detik.
Mulai Dengan Lagu Bernada Rendah
Apabila kamu telah melalui tahapan dan tips latihan pemanasan vokal seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya maka untuk mulai menyanyi sebaiknya pilih lagu dari yang bernada rendah terlebih dahulu. Jiak sudah selesai dengan satu lagu nada rendah, kamu dapat menyanyikan lagu dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya, lakukan seperti itu secara bertahap. Jangan langsung memulai dengan memilih lagu yang bernada tinggi apalagi dengan lagu yang mengharuskan kamu menggunakan suara melengking. Hal ini untuk menghindari rusaknya pita suara.

Kata kunci pencarian:

cara melatih vokal untuk pemula, cara melatih vokal sendiri di rumah, latihan vokal, belajar vokal, cara melatih vokal, cara belajar vokal, pemanasan sebelum bernyanyi, cara menyanyi yang benar untuk pemula, belajar vocal, pemanasan suara, 

Rabu, 01 Februari 2017

                              

                               Teknik Vokal




Teknik Vokal, Selain ditentukan oleh organ-organ tubuh, mutu, dan pembentukannya, suara manusia juga didukung oleh beberapa teknik vokal, di antaranya intonasi, resonansi, artikulasi, pernapasan, dan pembawaan.
a. Intonasi
       Intonasi merupakan salah satu latihan dasar yang penting bagi seorang penyanyi karena tanpa pembenahan intonasi (ketepatan bunyi tiap nada), suara yang dihasilkan menjadi sumbang dan tidak merdu. Istilahintonasi mempunyai pengertian yang berbeda apabila diterapkan dalam bahasa atau seni vokal. Namun, sebenarnya saling mendukung dan memperkaya khazanah penguasaan teknik bagi seorang penyanyi, musisi, dan komponis. Banyak suku kata yang memiliki teknik pengucapan tersendiri.
       Perbedaan pengucapan terletak pada tekanan atau jumlah suku kata. Intonasi mengandung arti ketepatan suatu nada (pitch). Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara jernih, nyaring, dan enak didengar. Untuk mendapatkan intonasi yang baik, coba nyanyikan nada-nada berikut secara berulang. Berlatih kelenturan suara dapat dilakukan dengan cara menyanyikan nada-nada dengan teknik staccato dan legatoStaccato adalah menyanyikan lagu dengan cara patah-patah. Legatoadalah menyanyikan lagu dengan cara disambung. Adapun langkah-langkah berlatih kelenturan
adalah sebagai berikut.
a) Tahap pertama, nada dinyanyikan dengan tempo lambat, lalu lebih cepat.
b) Tahap kedua, nada dinyanyikan dengan tempo bervariasi.
c) Tahap ketiga, menyanyikan interval yang bervariasi dimulai nada bawah ke nada tinggi dengan artikulasi na, ka, la, dan ra.
    Contohnya:
 d) Tahap keempat, menyanyikan nada-nada kromatis.
    Contoh:
 e) Tahap kelima, menyanyikan lagu yang sesuai tahap-tahap latihan.
 (seni Musik Wahyu Purnomo)
b. Artikulasi
       Artikulasi adalah cara mengucapkan kata-kata dalam menyanyi agar pesan lagu dapat dimengerti dan dipahami pendengar.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan artikulasi yang baik, antara lain sikap badan yang tegap, posisi mulut yang benar, latihan vokalisis, pembentukan bunyi vokal, dan pembentukan bunyi konsonan.
1) Sikap
       Sikap badan yang benar akan membantu memperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama produksi suara. Sikap yang baik, antara lain
a) kepala harus tegak, pandangan ke depan;
b) tulang punggung lurus;
c) dada sedikit membusung;
d) kedua kaki terpancang kukuh di lantai dan sedikit renggang.
2) Posisi Mulut
       Bentuk mulut yang salah akan mengganggu proses pembentukan suara. Bentuk dan posisi organ mulut saat memproduksi suara adalah sebagai berikut.
a) Buka mulut selebar tiga jari secara vertikal (bentuk mulut elips) sehingga suara yang ke luar tidak lemah dan bulat.
b) Bentuk gigi seri sebelah atas tertutup setengah bagian oleh bibir sebelah atas.
c) Posisi bibir bawah ditekan pada gigi seri sebelah bawah supaya kekuatan suara tidak berkurang.
d) Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras supaya suara yang ke luar menjadi jelas dan lantang.
e) Langit-langit lunak dan anak lidah ditarik ke atas untuk menutup lubang yang menuju ke rongga hidung.
f) Lengkung langit-langit dibuka lebar dan dijaga agar lidah tetap mendatar, sedangkan ujung lidah menyinggung gigi seri sebelah bawah.
Bentuk dan posisi yang salah pada waktu menyanyi akan berakibat suara yang dihasilkan menjadi pekak, lemah, dan tidak nyaring.
3) Latihan Vokalisis
       Di dalam buku Prattica di Musika, komponis Lodovico Zacconi menjelaskan bahwa latihan dasar vokal yang baik adalah berusaha menjadikan semua bunyi menjadi huruf-huruf hidup. Tujuan latihanvokalisis adalah memelihara dan menyempurnakan huruf vokal ataupun konsonan dengan teknik agar produksi suara yang dihasilkan menjadi bulat, merdu, dan indah.

4) Teknik Pembentukan Bunyi Vokal
       Bunyi vokal adalah bunyi yang ke luar karena udara dari paru-paru tidak mendapat rintangan. Jenis dan macam vokal tergantung dari posisi bibir, tinggi rendah lidah, dan maju mundurnya lidah. Teknik pembentukan vokal meliputi Vokal o, u, dan a; Vokal e, i; dan Vokal e (pepet).
5) Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan
       Bunyi konsonan adalah bunyi yang keluar dari paru-paru mendapat rintangan atau hambatan. Terbentuknya bunyi konsonan tergantung peranan lidah sebagai artikulator dan sasaran titikartikulasi. Macam-macam bunyi konsonan adalah sebagai berikut.

c. Resonansi
       Resonansi adalah suatu gejala bunyi yang dikembalikan dari suatu ruangan, semacam gema yang timbul karena adanya ruangan berdinding keras sehingga sanggup memantulkan suara. Tanpa ruangan resonansi, pita suara hanya menimbulkan bunyi yang lemah karena panjangnya hanya 1,5–2 cm. Dengan adanya resonansi, suara manusia menjadi keras, indah, dan gemilang.

d. Pernapasan
       Pernapasan adalah keluar masuknya udara melalui paru-paru. Udara yang digunakan saat menyanyi lebih banyak dibandingkan persediaan untuk bernapas sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan mengisi paru-paru sebanyak mungkin waktu menyanyi. Teknik pernapasan dalam menyanyi dibagi menjadi tiga macam, yaitu teknik pernapasan dada, perut, dan diafragma.
 Perhatian!
a) Waktu menghirup udara diusahakan pelan-pelan, perut mengembung sehingga rongga dada terbuka lebar dan udara yang masuk maksimal.
b) Setelah udara masuk, tahan selama 5 detik, 10 detik, atau 15 detik secara bertahap.
c) Keluarkan udara sedikit demi sedikit (stabil) dengan suara mendesis (sis ... sis ...).
Lakukan latihan ini secara berulang-ulang.

e. Pembawaan
       Salah satu keberhasilan seorang penyanyi dalam membawakan sebuah lagu adalah ketepatan dalam menginterpretasikan sebuah karya musik atau lagu. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menginterpretasikan karya musik, antara lain tema lagu, unsur-unsur musik (tanda tempo, tanda dinamik, tanda ekspresi, irama, dan birama), pesan dan kesan yang disampaikan, kesulitan-kesulitan lagu, gaya, dan klimaks lagu.